Minggu, 04 September 2016

FISIKA UNESA

Pengertian dan Teori Tentang Sel


Penemuan mikroskop oleh Antonie Van Leuwenhoek telah banyak membantu para ahli dalam kegiatan penyelidikan. Kali ini Robert Hooke dengan memanfaatkan mikroskop telah  berhasil sebagai orang yang pertama melihat ruang-ruang kecil yang dibentuk oleh irisan pada  jaringan tumbuh-timbuhan. Jaringan- jaringan itu dilihatnya bagaikan tersusun dari banyak ruang kecil yang dibatasi dinding-dinding tipis.Ruang-ruang kecil ini dinamakan sel (Sutrian,1992:12). Hanung (2004:196) menyimpulkan bahwa “Teori sel yang dikemukakan Scheidendan Schwan berbunyi sebagai berikut “Sel merupakan unit terkecil atau unit dasar makhluk hidup baik secara struktural maupun fungsional”. Pada tahun 1671 Nehemiah Grew (1641-1712) menuliskan deskripsi pertamanya tentang jaringan tumbuhan.Pada tahun 1880 Hanstein menggunakan istilah protoplast bagi satuan protoplasma dalam sel. Pada tahun 1831 Robert Brown menemukan nukleus dalam epidermis suatu anggrek. Hugo Von Mohl melihatperbedaan antara protoplasma dan cairan sel pada tahun 1864 dan pada tahun 1862 Kolliker memperkenalkan istilah sitoplasma.Sejak akhir abad 19 dan selama abad 20  penelitian sel berkembang amat pesat sehingga membentuk ilmu tentang sel atau sitologi (Hidayat,1995:8). 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar