Pengertian dan Teori Tentang Sel
Penemuan mikroskop
oleh Antonie Van Leuwenhoek telah banyak membantu para ahli dalam kegiatan
penyelidikan. Kali ini Robert Hooke dengan memanfaatkan mikroskop telah
berhasil sebagai orang yang pertama melihat ruang-ruang kecil yang
dibentuk oleh irisan pada jaringan tumbuh-timbuhan. Jaringan- jaringan
itu dilihatnya bagaikan tersusun dari banyak ruang kecil yang dibatasi
dinding-dinding tipis.Ruang-ruang kecil ini dinamakan sel (Sutrian,1992:12). Hanung
(2004:196) menyimpulkan bahwa “Teori sel yang dikemukakan Scheidendan Schwan
berbunyi sebagai berikut “Sel merupakan unit terkecil atau unit dasar makhluk
hidup baik secara struktural maupun fungsional”. Pada tahun 1671 Nehemiah Grew
(1641-1712) menuliskan deskripsi pertamanya tentang jaringan tumbuhan.Pada tahun
1880 Hanstein menggunakan istilah protoplast bagi satuan protoplasma dalam sel.
Pada tahun 1831 Robert Brown menemukan nukleus dalam epidermis suatu anggrek. Hugo
Von Mohl melihatperbedaan antara protoplasma dan cairan sel pada tahun 1864 dan
pada tahun 1862 Kolliker memperkenalkan istilah sitoplasma.Sejak akhir abad 19
dan selama abad 20 penelitian sel berkembang amat pesat sehingga
membentuk ilmu tentang sel atau sitologi (Hidayat,1995:8).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar